Articles Comments

Belajar Untuk Berbagi » Kesempatan, Pengalaman » Oleh-oleh dari Kampung Bahasa Inggris Pare

Oleh-oleh dari Kampung Bahasa Inggris Pare

Ini ceritaku yang ketiga yang akan ku coret-coret di Rahasia Gratisan. Cerita dari perjalanan harapan bisa kursus bahasa inggris di Kampung Inggris Pare dan lancar cas cis cus dalam Inggris. Perjalananku yang kucoret-coret untuk bisa kursus di Pare tidak langsung serta merta seperti peribahasa “Sekali Mendayung dua tiga pulau terlampaui” tetapi melalui tahapan-tahapan. Tahapan pertama “Ingin tahu seperti apa sich kampung Inggris itu yang ada di Pare”. Tahapan pertama ini mungkin agak konyol, kok bisa agak konyol ? bagaimana tidak konyol, lhaa…ku yang asli orang Kediri tidak tahu menahu soal kampung Inggris yang lokasinya ada di Pare Kabupaten Kediri kota tempat lahirku sendiri dan baru ku tahu dan sadar kalau ada tempat yang luar biasa dan satu-satunya yang ada di Indonesia setelah umur 24 tahun, bener-bener gila kan…mungkin (sambil nyengir). Sebenarnya tidak ku saja yang baru tahu dan sadar kalau ada kampung Inggris di Pare Kediri tetapi ternyata setelah bertanya-tanya disekitar rumah ibu dan bapakku hal yang sama juga kutemui kalau tetangga-tetanggaku juga belum begitu tahu soal kampung Inggris yang ada di Pare Kediri dan ndak jarang pula ada yang berkata “masak sich,ooooo ada tho di Pare itu”, benarkan sama juga seperti pertama kali ku dengar seputar kampung Inggris di Pare.

Tahapan pertama ini ku minta bantuan sama sobatku yang namanya Gufron, karena temanku yang satu ini adalah sobat yang melalang buana sampai ujung ke ujung Kediri pernah disinggahi (agak sedikit lebay sich tapi itulah yang kutahu dari Gufron). Perjalanan tahapan pertama ini ditargetkan hanya ingin mengetahui apa benar sich ada Kampung Inggris di Pare dan komunikasinya dalam ngobrol itu dengan menggunakan all use Inggris (semua menggunakan bahasa inggris dalam mengobrol). Sebelum berangkat ku teringat punya temen yang asli orang Pare tapi sekarang dia kerja di Semarang, akhirnya nelponlah ku ke temenku dan nanya-nanya seputar Pare dan Kampung Inggris, temenku yang satu ini namanya Mas Busro karena dulu pernah satu tempat kerjaan dan lebih senior (baca : dalam hal umur dan keahlian dibidangnya lebih tinggi). Perjalanan dimulai tepatnya jam 14.00 WIB mulai berangkat dari rumah dengan dijemput oleh Gufron (baca : nebeng) pas Alhamdulillah Gufron juga lagi ada keperluan di Pare jadinya bareng sama dia. Perjalanan dari Kediri Kota ke Pare dengan naik motor sekitar kurang lebih 45 menit.

Sampai di Pare, binggung juga mau dimulai darimana nich keingin tahuannya. Akhirnya jalan saja keliling muter-muter di daerah Tulungrejo (area disekitar lokasi Kampung Inggris). Berbekal informasi dari Mas Busro akhirnya ku fokuskan nyari yang namanya BEC dan keinginan tahuan soal Pare bersama Gufron akhirnya gang demi gang kutelusuri sambil clingak-clinguk (baca : nolah-noleh lihat kiri kanan jalan). Sekitar 30 menitan nyari yang namanya BEC dan kursusan yang lainnya akhirnya ketemu juga gang tempat kursusan (baca : BEC), motor berjalan pelan-pelan sekitar kecepatan 20 Km/Jam saja dan ku buka helm untuk memastikan apakah benar dalam ngobrolnya menggunakan Inggris dan ternyata memang benar, di area-area tempat nongkrong banyak pemuda dan pemudi dalam berbincang-bincangnya menggunakan all use inggris. Senyum sumringah, kagum, senang, deg-degkan campur aduk dipikiran karena apa yang kudengar dan kubaca memang tidak salah dan kuberkata dalam hati “Misi sukses”.

Tahap kedua silahkan baca dipostingan sebelumnya yaitu “Pendaftaran Kursus di Kampung Inggris Pare

Tahapan ketiga ini ku minta bantuan sama kakakku yang namanya Mbak Yunin, ternyata dulu kakak sepupu ini pernah kursus di kampung Inggris Pare. Untuk misi ketiga ini ku targetkan untuk mencari informasi seputar camp (kost-kostan yang ada program belajarnya selain sebagi tempat tidur). Seperti biasa perjalanan kutempuh dalam waktu 45 menit tetapi perjalanan kali ini dimulai pagi hari jam 07.00 WIB. Dan Alhamdulillah nya lagi ternyata Kakak ku juga punya teman yang sekaligus pengajar di BEC, waah Alhamdulillah Ya…sesuatu (Mode On Syahrini…xixixixixixi). Sampai juga di BEC dan ngobrol-ngobrollah ku dengan temen kakakku yang namanya Mr. Adin, dari Mr. Adin banyak dijelaskan seputar belajar di BEC dan situasi di Kampung Inggris. Tak lupa ku nanya seputar kost-kostsan yang ada program belajarnya sekalian selain hanya sebagi tempat tidur saja biasa disebut dengan CAMP. Seperti kata Mr. Adin “disana kost-kostnya nanti akan ada program belajarnya juga dan akan ada instruktur yang mengawasi dan tak hanya itu diarea kost-kostsan akan ada peraturan dalam kewajiban menggunakan bahasa Inggris” dalam hati berkata “Waooow, mantap”. Mendengarkan penjelasan yang disampaikan Mr. Adin seputar program belajar di BEC dan CAMP diarea BEC ternyata begitu banyak keragamannya, dari informasi Mr. Adin Camp yang disarankan itu sebulannya Rp. 200.000,- dengan fasilitas yang komplit mulai dapur, kamar mandi yang ndak ngantri, program belajar di CAMP dan yang penting deket dengan lokasi kursusan yang akan ku ambil yaitu Insya Allah di BEC nanti tanggal 1 November 2011.

Merasa puas dengan dengan informasi yang didapat akan hasil misi ketiga ke Kampung Inggris Pare, akhirnya dalam hati berkata “Misi Sukses”. Sebelum meninggalkan Kampung Inggris Pare, ku sempatkan photo-photo lokasi di area Kampung Inggris sebagai oleh-oleh buat temen-temen yang misalkan nanti ingin meditasi dalam Bahasa Inggris. Berikut oleh-oleh hasil dokumentasi yang ku ambil melalui camera hp, monggo disimak :

 
   
   

Tunggu cerita berikutnya nanti malem seputar “Muter-Muter Mencari Lokasi Camp didekat Masjid”

Mau Lihat Lebih...
Mau Lihat Lebih...

Written by

Filed under: Kesempatan, Pengalaman · Tags: ,

Leave a Reply

*

*

You might also likeclose